Metabolisme merupakan proses biologis di tubuh makhluk hidup yang mengubah makanan dan cairan yang masuk ke tubuh menjadi energi untuk menjalankan berbagai macam organ vital. Proses biologis ini tidak hanya untuk menjaga energi saja tetapi juga bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat. Pada artikel ini akan dibahas secara lengkap tentang proses metabolisme dan dampak positifnya terhadap kesehatan tubuh.
Langkah-langkah Proses Metabolisme
Metabolisme prosesnya tidak hanya memecah nutrisi menjadi energi saja tapi ada banyak sekali langkah yang dilakukan sampai akhirnya makanan berubah menjadi energi. Berikut ini langkah-langkah yang umumnya dilakukan dalam proses ini.
Pencernaan Nutrisi
Metabolisme dimulai ketika seseorang mengonsumsi minuman atau makanan. Setelah makanan masuk ke dalam tubuh, selanjutnya sistem pencernaan akan memecah makanan menjadi protein, lemak dan karbohidrat melalui proses pencernaan.
Selanjutnya, enzim yang ada di usus kecil, lambung dan mulut akan memecah molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil, seperti asam amino, asam lemak dan glukosa. Setelah makanan sudah dipecah semuanya, kemudian nutrisi akan diserap dinding usus kecil ke dalam aliran darah dan disalurkan ke hati atau organ lainnya.
Proses Produksi Glukosa
Karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi glukosa yang merupakan sumber energi utama tubuh. Glukosa tidak bisa langsung dipakai, namun akan disimpan dulu dalam bentuk glikogen di otot dan hati kemudian digunakan ketika tubuh memerlukan energi.
Ketika tubuh membutuhkan energi barulah glikogen akan dipecah kembali menjadi glukosa melalui proses glikogenolisis. Glukosa yang sudah tersedia akan dimasukkan ke dalam sel untuk digunakan menjadi bahan bakar.
Pemecahan Glukosa
Setelah glukosa masuk ke sel selanjutnya akan mengalami proses glycolysis yang berlangsung di sitoplasma. Ketika proses ini berlangsung, glukosa akan dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat. Proses ini juga akan menghasilkan energi dalam jumlah sedikit yang disebut NADH dan ATP.
Siklus Krebs
Asam piruvat yang diperoleh dari proses pemecahan glukosa akan diubah menjadi asetil-CoA. Selanjutnya, asetil-CoA dimasukkan ke siklus Krebs, pada siklus ini dilakukan serangkaian reaksi kimia terhadap asetil-CoA untuk menghasilkan FADH2, NADH dan karbon dioksida yang merupakan pembawa elektron.
Produksi ATP
FADH2 dan NADH yang didapatkan dari siklus Krebs membawa elektron ke dalam rantai transpor elektron yang letaknya di membran dalam mitokondria. Pada membran ini, elektron akan dipindahkan melalui serangkaian kompleks enzim yang dapat menghasilkan gradien proton yang menggunakan energi untuk menghasilkan ATP. Proses ini disebut fosforilasi oksidatif.
Dari proses ini nantinya akan dihasilkan ATP dalam jumlah yang besar. ATP sendiri merupakan molekul energi utama yang dimanfaatkan oleh sel untuk menjalankan beberapa fungsi vital, seperti sintetis molekul baru, pengaturan suhu tubuh dan kontraksi otot.
Pemecahan Protein dan Lemak
Selain memecah glukosa, tubuh juga memecah protein dan lemak untuk dijadikan sumber energi ketika asupan karbohidrat terbatas. Lemak akan dipecah menjadi gliserol dan asam lemak melalui proses lipolisis. Asam lemak ini kemudian akan masuk siklus Krebs dan diubah menjadi asetil-CoA untuk menghasilkan ATP.
Sedangkan protein dipecah menjadi asam amino dan diubah menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis. Selain itu, protein juga dapat langsung digunakan menjadi bahan bakar di dalam proses metabolisme tubuh.
Dampak Positif Metabolisme Untuk Kesehatan Tubuh
Jika proses metabolisme berlangsung dengan lancar maka dapat memberikan dampak positif untuk kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa contoh dampaknya.
Berat Badan Stabil
Metabolisme jika berjalan dengan lancar akan membuat berat badan tetap stabil dan ideal. kondisi ini terjadi karena metabolisme membuat tubuh mampu membakar kalori secara efisien sehingga penumpukan lemak di dalam tubuh bisa dicegah dan pengelolaan berat badan menjadi lebih mudah.
Tapi kalau metabolisme berlangsung lambat biasanya terjadi penumpukan lemak dan seseorang akan merasa kesulitan untuk menurunkan berat badan. Kondisi ini akan meningkatkan risiko terkena obesitas.
Selain menjaga berat badan, metabolisme juga dapat mempengaruhi struktur tubuh seseorang, mulai dari jumlah lemak dan massa otot. Seseorang yang metabolismenya lancar cenderung mempunyai massa otot yang jauh lebih banyak dengan lemak yang lebih sedikit. Perubahan ini akan membuat kekuatan fisik menjadi lebih optimal dan penampilan tubuh menjadi lebih menarik.
Tubuh Menjadi Lebih Energik
Metabolisme yang berlangsung dengan efisien dapat memberikan pasokan energi yang cukup untuk tubuh melakukan aktivitas sehari-hari. Ketika proses ini berjalan tanpa hambatan maka tubuh terasa lebih energik dan tidak cepat lelah.
Anda dapat menyelesaikan kegiatan sehari-hari tanpa kehabisan tenaga dan mudah capai. Tapi kalau metabolisme sering terganggu biasanya otot lemah, mengalami kekalahan kronis dan juga kinerja fisik menurun drastis.
Selain itu, kondisi ini juga dapat membuat suasana hati seseorang selalu bagus. Kalau tubuh mendapatkan asupan energi yang cukup maka terhindar dari depresi, stres dan gangguan mood lainnya. Kondisi ini terjadi karena sistem saraf dan otak tidak memperoleh pasokan energi yang cukup.
Sistem Imun Menjadi Lebih Bagus
Metabolisme yang lancar juga memberikan dampak yang positif pada sistem imunitas tubuh. Kalau proses ini dapat berjalan dengan lancar maka sistem imun menjadi lebih baik karena proses ini dapat memproduksi sel imun dan antibodi yang dibutuhkan untuk melawan penyakit dan infeksi.
Selain itu, metabolisme juga dapat mengubah nutrisi menjadi bahan baku untuk sistem imun sehingga tubuh bisa kebal terhadap bakteri, virus dan patogen berbahaya lainnya. Tapi kalau metabolisme mengalami gangguan maka sistem imun tubuh menjadi lebih lemah dan berisiko terkena infeksi.
Terhindar dari Penyakit Berbahaya
Metabolisme bisa meminimalisir berbagai macam risiko penyakit berbahaya. Berikut ini beberapa contoh penyakitnya.
Obesitas: Gangguan kesehatan ini terjadi ketika metabolisme berjalan dengan lambat dan terjadi ketidakseimbangan energi yang menyebabkan adanya penumpukan lemak di dalam tubuh.
Diabetes tipe 2: Penyakit ini akan muncul ketika tubuh tidak dapat memakai insulin secara efektif sehingga kadar gula menjadi tinggi.
Penyakit jantung: Penyakit ini muncul karena tubuh tidak bisa mengelola kolesterol dan lemak dengan baik sehingga terjadi penyumbatan arteri.
Sindrom metabolik: Sindrom ini merupakan gabungan dari beberapa faktor risiko gangguan kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, resistensi insulin, kadar lipid tidak normal dan obesitas pusat. Kalau kondisi ini sampai terjadi maka rentan terkena stroke dan penyakit jantung.
Selain memberikan dampak positif, metabolisme juga dapat memberikan dampak negatif untuk tubuh apabila tidak berjalan dengan lancar. Kalau ingin mengetahui apa saja dampak negatif yang ditimbulkan metabolisme lambat atau tidak lancar sebaiknya kunjungi situs ilmiah.com.
Frequently Asked Questions
1. Apa yang dimaksud dengan metabolisme?
Metabolisme merupakan proses ilmiah yang mengubah makanan menjadi energi yang dibutuhkan tubuh.
2. Bagaimana proses metabolisme di dalam tubuh?
Prosesnya dimulai dari pencernaan nutrisi, produksi glukosa, pemecahan glukosa, siklus Krebs, produksi AT, pemecahan protein dan lemak.
3. Apa dampak metabolisme lancar pada tubuh?
Dampaknya adalah berat badan menjadi stabil, tubuh lebih energik, sistem imun tubuh menjadi bagus dan terhindar dari risiko penyakit berbahaya.
4. Apa saja jenis penyakit yang muncul ketika metabolisme terganggu?
Penyakit yang mungkin muncul diantaranya adalah diabetes tipe 2 penyakit jantung, stroke dan obesitas.
